Salah satu teknologi  yang paling berkembang pesat saat ini adalah gadget. Gadget adalah perangkat dengan perkembangan teknologi masa kini. Termasuk smartphone,tablet, netbook, dan sebagainya.Dengan kemudahan yang didapatkan dari alat informasi yang canggih itu, menimbulkan dampak yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Bagaimana tidak perubahan perilaku pribadi manusia sudah nampak jelas sekali.

Hal ini tidak hanya berpengaruh pada perilaku orang dewasa tetapi sudah merembet pada anak usia dini (0-6tahun). Di mana pada usia ini anak sedang mengalami perkembangan baik psikis maupun fisik yang sangat pesat. Dan mereka (anak usia dini) juga dalam masa peka terhadap rangsangan dari luar dari dirinya. Dan nantinya ini akan memberikan dampak atau pengaruh pada perkembangan anak dalam segala aspek kehidupannya.

Gadget dianggap hantu bagi anak-anak, padahal gadget sama dengan benda lain yang mempunyai dampak positif dan negatif. Anak usia dibawah 5 tahun, pemberian gadget semestinya hanya mengenai pengenalan warna, bentuk, dan suara, jangan berlebihan memberikan kesempatan bermain gadget pada anak dibawah 5 tahun. Sebab gadget hanya sebagai sarana untuk mengedukasi.

Perkembangan otak anak lebih bagus jika diberi rangsangan sensorik secara langsung. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan gadget  secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orang dewasa, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang berinteraksi dengan dunia luar. Karena hal itu Dosen Universitas Ivet mengadakan kegiaan Pengabdian “Parenting tentang cara Mengatasi Penggunaan Gadget bagi Anak Usia Dini” di Desa Wonosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal dengan peserta parenting adalah orang tua atau wali murid di TK Srigati milik Balai Desa. Tim pengabdian beranggotakan Akhmad Nayazik, M.Pd, Marini, S.Pd, M.Pd., Dewi Purnamasari, S.T., M.Eng., dan Dra. Khasanah, M.Pd.

Orang tua anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sebagian anak-anak ketagihan dengan gadget, dan ingin tahu bagaimana cara mengatasinya agar penggunaan gadget lebih terarah. Tanggapan Kepala Desa Wonosari yang diwakili oleh Sekertaris Desa yaitu Abdul Haris sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena mengingat saat ini semua kalangan menggunakan gadget dimanapun dan kapanpun mereka berada. Bahkan anak terkadang sampai menangis ingin bermain gadget, sehingga orang tua tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *